Banda Aceh — Pemerintah Kota Bukittinggi memanfaatkan momentum Rapat Kerja APEKSI Komisariat Wilayah I di Banda Aceh untuk mempromosikan peringatan 100 tahun Jam Gadang. Kegiatan yang berlangsung di halaman Balee Meuseuraya Aceh, Minggu (19/04/2026), menjadi ajang strategis memperkenalkan agenda besar tersebut kepada berbagai pemerintah kota di Indonesia.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, didampingi konseptor peringatan 100 tahun Jam Gadang, Arif Malin Mudo, menyampaikan bahwa peringatan ini merupakan bentuk komitmen Pemko dalam menempatkan Jam Gadang tidak hanya sebagai ikon kota, tetapi juga simbol sejarah, identitas, dan kebanggaan nasional.
Menurutnya, momentum satu abad Jam Gadang diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan pelestarian cagar budaya, melalui kolaborasi lintas daerah dan budaya. Forum Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia dinilai tepat untuk memperluas gaung kegiatan ini ke seluruh penjuru tanah air.
“Melalui forum APEKSI, kami mengundang seluruh anggota untuk hadir dan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan yang akan digelar pada 14 hingga 21 Juni mendatang. Kami juga mengajak setiap pemerintah kota untuk ikut mempromosikan event ini di daerah masing-masing, ” ujar Ibnu Asis.
Ia menjelaskan, berbagai kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan peringatan tersebut. Di antaranya seminar internasional yang menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri, lomba serta pameran fotografi Jam Gadang, hingga lomba puisi tingkat nasional yang melibatkan peserta dari Aceh hingga Papua.
Selain itu, Pemko Bukittinggi juga akan menggelar Bukittinggi Film Festival yang menampilkan karya sineas dari negara-negara Asia Tenggara. Tidak hanya itu, malam puncak akan dimeriahkan melalui Jam Gadang Cultural Night yang menghadirkan pertunjukan seni budaya serta pidato kebudayaan bertajuk manifesto 100 tahun Jam Gadang.
Rangkaian kegiatan juga akan ditutup dengan festival kuliner tradisional yang menghadirkan berbagai hidangan khas Bukittinggi, yang disajikan langsung oleh Bundo Kanduang sebagai representasi kearifan lokal Minangkabau.
Tak kalah penting, dalam momentum ini juga akan digelar International Minangkabau Literacy Festival (IMLF), sebuah festival literasi dan budaya berskala internasional yang direncanakan diikuti oleh peserta dari sekitar 40 negara.
Dengan berbagai agenda tersebut, Pemko Bukittinggi optimistis peringatan 100 tahun Jam Gadang akan menjadi event budaya berskala internasional, sekaligus memperkuat posisi Bukittinggi sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.(**)

Updates.