Jejak Kweekschool Ditegaskan, Wali Kota Bukittinggi Soroti Lahirnya Bahasa Persatuan

    Jejak Kweekschool Ditegaskan, Wali Kota Bukittinggi Soroti Lahirnya Bahasa Persatuan
    Jejak Kweekschool Ditegaskan, Wali Kota Bukittinggi Soroti Lahirnya Bahasa Persatuan

    Bukittinggi — Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, secara resmi membuka Seminar Kebangsaan memperingati 170 tahun Kweekschool yang digelar di Gedung Heritage SMAN 2 Bukittinggi, Sabtu (25/4/2026).

    Kegiatan yang mengangkat tema “170 Tahun Kweekschool: Jejak Intelektual, Pemikiran, dan Keteladanan Tokoh Besar Alumni Sikola Radjo” ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan sejarah panjang lembaga pendidikan tersebut, yang kini dikenal sebagai SMAN 2 Bukittinggi. Seminar dihadiri alumni lintas generasi, pengurus organisasi, serta unsur sekolah yang ingin merefleksikan kontribusi Kweekschool dalam perjalanan pendidikan dan kebangsaan Indonesia.

    Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Kweekschool memiliki peran besar yang belum banyak diketahui publik, khususnya dalam sejarah lahirnya bahasa Indonesia. Ia menjelaskan, bahasa Indonesia berakar dari bahasa Melayu yang dibakukan melalui Ejaan Van Ophuijsen yang disusun di Fort de Kock, nama lama Kota Bukittinggi.

    “Selama ini banyak yang tidak tahu, bahwa bahasa Indonesia itu berawal dari bahasa Melayu yang dibakukan lewat ejaan yang lahir di Kweekschool. Dari sinilah lahir bahasa pemersatu bangsa, ” ujar Ramlan.

    Menurutnya, kontribusi tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa, mulai dari momentum Sumpah Pemuda hingga Proklamasi Kemerdekaan. Kweekschool tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga ruang lahirnya gagasan dan pemikiran kebangsaan yang berpengaruh hingga saat ini.

    Ketua Ikatan Alumni SMAN 2 Bukittinggi (IASMA Birugo), Muhammad Fadli, menyebut seminar ini merupakan salah satu agenda awal menuju puncak peringatan 170 tahun Kweekschool yang akan digelar pada akhir Mei 2026. Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan peresmian masjid sekolah serta Baralek Gadang dan reuni akbar alumni lintas angkatan.

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal IASMA Birugo, Febri Zulhenda, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi atas warisan intelektual para pendahulu sekaligus tanggung jawab bersama untuk menjaga nilai-nilai tersebut.

    “Momentum ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh stakeholder, baik sekolah maupun alumni, ” katanya.

    Melalui seminar ini, diharapkan generasi muda semakin memahami bahwa Kweekschool Bukittinggi bukan hanya bagian dari sejarah lokal, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam membentuk identitas bangsa Indonesia melalui bahasa sebagai pemersatu.(**)

    bukittinggi sumatera barat
    Linda Sari

    Linda Sari

    Artikel Sebelumnya

    Semangat Kota Perjuangan Bangkit: Bukittinggi...

    Artikel Berikutnya

    Ribuan Penonton Saksikan Derby Bukittinggi-Agam...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Polisi Kawal Program Ketahanan Pangan, Penanaman Jagung 2 Hektare di Solok Selatan Ditarget Panen 10 Ton
    Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia Sabet 4 Medali di British Taekwondo International Open 2026 Manchester, Inggris
    Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, Polri-TNI dan Pemda Perkuat Sinergi Antisipasi Bencana di Sumbar
    Laporan 110 Ditindak Cepat, Polisi Bubarkan Balap Liar di Kawasan Wisata Sawahlunto
    Aksi Humanis Polisi di Padang, Bhabinkamtibmas Rutin Bantu Lansia dan Anak Yatim

    Ikuti Kami