Bukittinggi - Semangat persaingan kuda pacu kembali membahana di Gelanggang Bukit Ambacang, perbatasan Bukittinggi dan Agam. Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, secara resmi membuka Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi-Agam tahun 2026 pada Minggu, 26 April 2026, menandai dimulainya sebuah gelaran akbar yang dinanti-nanti.
Kegiatan spektakuler ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pemerintah Kota Bukittinggi dan Pemerintah Kabupaten Agam. Dukungan finansial yang memadai datang dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kedua pemerintah daerah, ditambah kontribusi dari APBD Provinsi Sumatera Barat melalui dana pokok pikiran. Tak lupa, dukungan solid dari KONI, Pordasi, serta berbagai pihak sponsor turut menyukseskan acara ini, terbukti dengan total hadiah fantastis yang diperebutkan, mencapai Rp317 juta.
Ketua Panitia Pelaksana, Januar Jamil, menguraikan lebih lanjut mengenai kemeriahan yang akan tersaji.
"Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi–Agam 2026 akan diikuti oleh 80 ekor kuda tangguh, siap berlaga dalam 19 race yang sengit. Rangkaian lomba ini mencakup berbagai kelas, mulai dari kategori tradisional draf bogie hingga kelas puncak paling bergengsi, yaitu Derby, " jelasnya dengan antusias.
Sambutan hangat juga datang dari Wakil Bupati Kabupaten Agam, Muhammad Iqbal, yang tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. Ia berharap ajang tahunan ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi olahraga yang memacu adrenalin, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat setempat serta memperkuat daya tarik sektor pariwisata di Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengungkapkan bahwa Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi-Agam telah menjadi agenda rutin dua kali dalam setahun, biasanya diselenggarakan pada bulan April dan Desember. Ke depannya, Pemerintah Kota Bukittinggi berencana mengajukan penyesuaian jadwal kepada Pordasi Sumatera Barat.
"Kami akan mengusulkan pergeseran agenda wisata derby ke bulan Desember, tanpa mengubah kalender pacuan yang sudah ada, agar lebih strategis, " ujar Wako.
Lebih lanjut, Wako menambahkan, pacuan kuda ini mendapat dukungan anggaran dari APBD Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, masing-masing sebesar Rp200 juta, serta tambahan dari dana pokok pikiran DPRD. Pemerintah juga berupaya memberikan kemudahan bagi para peserta, termasuk pembebasan biaya insert pada beberapa race, demi mendorong partisipasi para pemilik dan peternak kuda lokal.
"Kami sangat berharap kegiatan ini terus menjadi sebuah alek anak nagari yang memberikan dampak ekonomi positif serta mendorong kemajuan bagi dunia pacuan kuda di daerah kita, " tegasnya penuh harap.(Lindafang)
