Bukittinggi — Sebanyak 9 anggota DPRD Kota Bukittinggi melaksanakan kegiatan reses masa sidang Tahun 2025/2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) Guguak Panjang, yang digelar di Halaman Kantor Camat Guguk Panjang, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat terkait pembangunan dan pelayanan publik.
Adapun anggota DPRD yang hadir di antaranya:
Arnis Malin Palimo, S.Pd
Andre Kresna, S.E
Nurhasra, S.Pd
Zulhamdi Nova Candra, S.H (Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi)
Dedi Candra, S.E
Rahmi, S.Pd
Dewi Anggraeni, S.E
Vina Kumala, S.E
Zulkahirahmi, S.Pd
Kegiatan reses turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Bukittinggi, yakni Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako, I. Ade Mulyani, yang mewakili Wali Kota Bukittinggi. Hadir juga Camat Guguak Panjang Heru Tri Astanawa, lurah, RT/RW, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang, niniak mamak, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, tokoh masyarakat Inyiak Yus Pado Basa berharap melalui reses ini, sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat semakin kuat demi mewujudkan pembangunan yang lebih baik ke depan.

“Kami berharap ke depan kondisi di lingkungan kami bisa lebih baik dari sebelumnya, dengan adanya perhatian dari pemerintah dan DPRD, ” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, I. Ade Mulyani, menegaskan bahwa reses merupakan momen strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat sebagai bahan perencanaan pembangunan.
“Reses adalah hal yang sangat strategis dalam melakukan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Saat ini kita juga sedang menyusun rancangan RKPD tahun 2027, sehingga aspirasi masyarakat menjadi input penting bagi pemerintah, ” jelasnya.
Ia menambahkan, sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menentukan skala prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Zulhamdi Nova Candra, S.H, menyampaikan bahwa reses merupakan kewajiban anggota DPRD dalam menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami tampung dan perjuangkan sesuai kebutuhan dan skala prioritas, ” ungkapnya.
Sesi dialog dan tanya jawab yang dipandu Camat Guguak Panjang, Heru Tri Astanawa, berlangsung aktif. Berbagai aspirasi disampaikan masyarakat, mulai dari persoalan infrastruktur hingga sosial kemasyarakatan.
Salah satu warga, Yusrida, mengeluhkan persoalan sanitasi yang menyebabkan banjir saat hujan lebat hingga air masuk ke dalam rumah warga.
“Kami sangat berharap ada perbaikan sanitasi, karena kalau hujan deras air masuk ke rumah. Apalagi ada warga yang memiliki bayi. Kami juga berharap bantuan tempat tidur yang layak, serta mengaktifkan kembali posyandu yang sebelumnya tidak berjalan, ” ujarnya.
Selain itu, warga juga mengusulkan peningkatan dukungan bagi kegiatan keagamaan seperti BKMT, termasuk kehadiran dan perhatian dari pihak kelurahan dan kecamatan.
Permasalahan keamanan lingkungan juga menjadi sorotan, di antaranya maraknya pencurian di kawasan Sawah Paduan. Warga mengusulkan pemasangan CCTV untuk meningkatkan keamanan.
Tak hanya itu, persoalan kebersihan lingkungan seperti keberadaan kucing liar yang mengganggu juga disampaikan warga, termasuk usulan bantuan fasilitas seperti timbangan untuk kegiatan masyarakat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, anggota DPRD menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti dan mengawal usulan masyarakat agar dapat direalisasikan sesuai dengan mekanisme dan prioritas pembangunan daerah.
Kegiatan reses ini diharapkan mampu memperkuat komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran di Kota Bukittinggi.(Lindafang)

Updates.